SUMMIT 30



SUMMIT 30


SUMMIT 30 adalah salah satu proker tahunan KPLA dalam rangka memperingati HUT 30 KPLA serta meningkatkan solidaritas antar sesama anggota KPLA lintas GPN. Summit 30 ini dilaksanakan dengan melakukan perjalanan mendaki gunung semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur selama 4 hari 3 malam pada tanggal 31 Juli -  3 Agustus 2019. Kami melakukan perjalanan dengan 14 anggota yang terdiri dari 8 perempuan dan 6 laki- laki menggunakan truk jisang. Gunung Semeru dipilih karena merupakan gunung dengan puncak tertinggi di Jawa dan salah satu 7 summit di Indonesia. Dengan melakukan perjalanan ini, kami bisa belajar bagaimana manajemen perjalanan yang baik serta menerapkannya di lapangan. Banyak cerita dan pengalaman yang dapat kami jadikan pembelajaran hidup meskipun terasa lelah melaluinya. 


Kami berangkat pada Rabu dini hari. Sesampainya di basecamp, kami langsung mengurus administrasi perizinan mendaki dan menghadiri briefing yang di fasilitasi oleh tim SAVER Semeru. Hari menjelang siang, kami melanjutkan perjalanan dari basecamp Ranupani ke Ranukumbolo. Setelah menempuh sekitar 5-6 jam, kami sampai di camping ground Ranukumbolo dengan disambut cuaca yang cerah dan dinginnya tepi dananu tersebut. Inilah keuntungan mendaki Semeru, terdapat sumber air yang melimpah di sini. Pada hari kedua, kami melanjutkan perjalanan menuju pos Kalimati, camping ground terakhir sebelum menuju puncak para dewa, summit Gunung Semeru. Untuk menuju Kalimati hanya memakan waktu 3-4 jam dengan track yang lebih mudah dan landai. Kami sampai sebelum matahari terbenam, sebagian dari kami menuju sumber mata air sumber mani, yang lain menyiapkan camp sembari menikmati indahnya sore di Kalimati. Malam pun tiba, tepat jam 12 malam kami melanjutkan perjalanan menuju puncak Semeru. Meskipun beban yang kami bawa sedikit, namun mendaki pada dini hari dengan track yang menanjak terus menerus bukanlah hal yang mudah. Dinginnya angin malam semakin menusuk membuat perjalanan ini menjadi tantangan yang harus kami jalani. Bukan puncak yang menjadi tujuan, melainkan kembali dengan selamat sampai rumahlah tujuan utama kami.


Pada malam ketiga yang mana itu adalah malam terakhir bagi kami melakukan perjalanan ini, kami bermalam di Ranukumbolo. Kami disambut oleh kabut lembut Ranukumbolo sembari menunggu terbitnya matahari pagi. Kami tidak akan pernah melupakan moment-moment kebersamaan ini. Berbagai macam perasaan kami dapatkan di sini sehingga menjadi pelajaran tersendiri bagi kami.