Mahasiswa FK Buka Training Ilmu Bedah Dasar


Bertajuk Advanced Medical Training (AMT) 2018 Kelompok Pengkaji Lingkungan Aesculap atau yang akrab dikenal KPLA Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan seminar dan workshop. Acara ini diperuntukan bagi mahasiswa preklinik, klinik FK, dan dokter umum di seluruh Indonesia.

Seminar dan workshop kali ini mengangkat tema ‘Basic Surgical Skills’ atau teknik bedah dasar. Dalam acara yang akan diadakan dua bulan mendatang, tepatnya 15-16 September 2018, peserta akan belajar cara melakukan insisi dengan tepat, memegang instrumen bedah, teknik jahit dasar.
Mereka juga akan belajar kasus-kasus spesifik seperti lipoma excision (pengangkatan lemak ganas), tendon repair (menyambungkan tendon yang putus), serta teknik flap (menutup luka dengan kulit pasien sendiri). Nantinya, keseluruhan acara akan dilaksanakan di Hall Airlangga Medical Education Center (AMEC) Lt. 2 FK UNAIR.
KPLA ini merupakan organisasi tim bantuan medis FK UNAIR yang juga memiliki ranah di alam. Organisasi ini sudah berdiri sekitar 29 tahun lalu dan terus berkontribusi menjadi tenaga medis di acara kampus se-Jawa Timur.
“Pada masa klinik, kita dituntut sudah memiliki keterampilan medis dasar, termasuk bedah. Padahal, selama masih jadi mahasiswa praklinik,  waktu dan kesempatan untuk melatih teknik bedah dasar sangat terbatas,” terang Caroline, Ketua divisi Humas Advanced Medical Training 2018.
“Karena itu kami dari KPLA FK UNAIR ingin memfasilitasi semua mahasiswa kedokteran UNAIR untuk lebih mendalami bedah dasar. Agar ketika sudah praktik resmi memiliki bekal dan lebih siap secara materi dan mental,” tambah Caroline.
Peserta dalam kegiatan ini adalah mahasiswa kedokteran dari berbagai kampus serta beberapa dokter  profesi di rumah sakit dan puskesmas di Jawa Timur.
“Antusiasme peserta sangat tinggi. Bahkan mahasiswa preklinik banyak yang penasaran dan ingin belajar lebih awal tentang teknik bedah dasar. Beberapa peserta bermotif cita-cita masuk spesialis ortopedi dan bedah umum. Jadi ingin langsung explore tentang ilmu-ilmu dasarnya selagi masih jauh,” imbuh Caroline.
Kegiatan serupa juga pernah diadakan di tahun sebelumnya. Namun, tahun lalu hanya fokus pada medical training. Tahun ini panitia acara mengambil AMT mengangkat kata advance. Alasannya, sebagai tenaga kesehatan, dokter dituntut untuk bisa memahami materi, baik teori maupun skill. Salah satu skill pokok sebagai dokter adalah bedah dasar. Dalam prkatiknya dokter umum kadang menemukan kasus-kasus yang diharuskan melakukan pembedahan. (*)
Penulis : Wiwik Yuni Eryanti Ningrum
Editor   : Binti Q. Masruroh