SEJARAH KPLA


Oleh : Herlina Ida Haryaningsih (KPLA 890002)


Dari embrio menjadi janin kemudian dilahirkan sebagai bayi yang akan tumbuh dan berkembang manusia dewasa, merupakan suatu proses. dan setiap proses tidak selalu lancar. banyak hambatan menuju suatu tujuan. hal ini tak berbeda dengan proses kelahiran KPLA.

Jauh sebelum KPLA berdiri, di FK UNAIR sudah sering diadakan kegiatan di alam bebas sekaligus dengan mempraktekkan ilmu yang di dapat di bangku kuliah. Kegiatan tersebut di koordinir oleh komisariat tingkat atau salah satu bidang di bawah SMFK, bahkan sering kegiatan bertualang di alam bebas dilakukan oleh kelompok - kelompok maasiswa secara pribadi. dan di UNAIR sendiri sudah berdiri WANALA yang mirip wadah bagi mahasiswa UNAIR yang gemar akan kegiatan berpetualang di alam bebas.
Kenyataan tadi mendorong sekelompok mahasiswa FK untuk membentuk Interest Group yang menghimpun mahasiswa FK untuk membentuk Interest Group yang menghimpun mahasiswa FK UNAIR yang gemar akan kegiatan yang bersifat outdoor sekaligus mempraktekkan ilmu yang sudah di dapat di abngku kuliah. Gagasan tersebut diterima dan didudkung sepenuhnya.

Pada tanggal 4 September 1989 secara resmi saudara Erry Dewanto menerima mandat dari Ketua Senat untuk membentuk kelompok yang dimaksud. Saudara Erry Dewanto dengan rekan-rekan yang mendukung berdirinya kelompok tersebut mulai membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan pengajuan permohonan izin pembentukan suatu kelompok dalam SMFK. Banyak nama yang diusulkan pada saat itu, di antaranya: MAPADOGA (Mahasiswa Pencita Lingkungan FK UNAIR), AELC (Aesculap Environment Loverss Club). Dan selama proses pembentukan kelompok ini, rekan-rekan selalu berkonsultasi dengan PD III yang saat itu dijabat oleh dr. Dwi Atmadji. Pada saat berkonsultasi saudara Erry Dewanto mengusulkan nama Kelompok Pengkaji Lingkungan Aesculap untuk kelompok yang dimaksud, dan disepakati oleh rekan-rekan pendiri lainnya.

 Hal ini didasari tujuan dibentuknya kelompok ini, dimana kelompok ini merupakan wadah untuk mahasiswa FK yang gemar berkegiatan "Out Door", yang bertujuan menyiapkan calon dokter untuk bisa survive di segala macam medan kerja dan menyiapkan kader intelektual yang peka dan mampu mengatasi masalah lingkungan. Setelah disepakati nama kelompok dan dipilihnya Saudara Erry Dewanto sebagai ketua. dilanjutkan dengan permohonan izin pembentukan kelompok kepada PR III oleh drh. Soesato melalui PD III secara tertulis.

Permohonan tersebut tidak dapat langsung diterima oleh PR III karena kegiatannya sama dengan WANALA  (Kelompok Pencita Alam di Lingkungan UNAIR) yang sudah lama berdiri. Dengan segala upaya menjelasakan bahwa KPLA bukan kelompok pecinta alam yang mempunyai kegiatan yang sama dengan WANALA, namun lebih mengarah ke pengabdian pada lingkungan dan cepat tanggap akan apa-apa yang terjadi pada lingkungan, dittinjau dari segi kedokteran. Dan akhirnya pada tanggal 9 Oktober 1989 KPLA mendapat izin dari PR III.